BERITA

Wabup : Kesenian Tradisional Punya Peran Penting dan Strategis


SLAWI - Wakil Bupati Tegal, Dra Umi Azizah mengungkapkan, kesenian tradisonal mempunyai peran penting dan strategis bagi penyebaran informasi kebijakan/program pemerintah kepada masyarakat terutama di perdesaan.

"Melalui aktualisasi dan revitalisasi media tradisional yang sarat kearifan lokal, partisipasi masyarakat terhadap program pemerintah makin kuat," ujarnya Wabup Umi saat membuka Sosialisasi dan Workshop Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) di Gedung PGRI, Slawi, Kabupaten Tegal, Selasa (18/10) kemarin.

Menurut Umi, seni budaya tradisional yang merupakan pertunjukan rakyat pada umumnya adalah kesenian tradisional yang dipentaskan di depan khalayak terutama sebagai sarana hiburan yang memiliki sifat komunikatif dan dua arah. Dengan demikian, kesenian itu bisa menjadi sarana pendidikan, kontrol sosial, dan sarana penyampaian informasi. Melihat pentingnya peran kesenian tradisional sebagai sarana pendidikan, kontrol sosial dan penyampaian informasi. Umi mengajak pelaku seniman lebih inovatif dalam berkesenian serta mengedepankan ketulusan. "Kasidah lagunya jangan itu-itu saja. Hadrah bisa mengolaborasikan dengan angklung, gitar. Kemungkinan tidak kalah dengan Emha Ainun Najib," ujar Umi.

Wabup juga berpesan kepada semua kepada desa/lurah untuk memberi ruang kepada anak-anak atau remaja di daerahnya untuk berkesenian sesuai dengan potensi masing-masing. "Jangan beri kesempatan mereka menganggur. Ini untuk menyelamatkan anak-anak agar terhindar dari pergaulan bebas," tandas Umi.

Kepala Bidang Diseminasi Informasi, Komunikasi dan Kemitraan Media Dishubkominfo Kabupaten Tegal Heri Supriyadi mengatakan, lembaga FK Metra merupakan kelompok kesenian pertunjukan rakyat yang melakukan kegiatan diseminasi atau penyebaran informasi. "Fungsi FK Metra adalah sebagai sarana hiburan, pendidikan, kontrol sosial, pelestarian dan pengembangan nilainilai budaya bangsa, pemersatu dan perekat kesatuan, pemelihara identitas dan orientasi budaya bangsa serta sebagai sarana diseminasi informasi," paparnya.

Kegiatan tersebut, lanjut Heri, memiliki tujuan tersosialisasinya FK Metra kepada pemangku kepentingan terkait dan masyarakat luas dan tercapai pelatihan teknis bagi pelaku seni budaya tradisional tentang FK Metra.

Workshop menghadirkan sejumlah Narasumber yakni Daniel Hakiki (FK Metra Provinsi Jateng) menyampaikan tentang AD ART FK Metra; Ketua FK Metra Kabupaten Tegal Abi Soleh Yusuf menyampaikan tentang seni pertunjukan rakyat yang menarik dan informative; serta Kepala BPPKB, Drs Ahmad Tosim yang menyampaikan materi tentang KB sebagai pengendali penduduk dan kesejahteraan keluarga.

Kegiatan yang digelar Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Tegal diikuti 45 peserta, terdiri atas pengurus FK Metra Kabupaten Tegal, pimpinan grup dan pelaku seni tradisional dari daerah setempat, seperti kuda lumping, musik jalanan, kuntulan, hadrah, rebana, kasidah, teater dan kendang pencak. (s@n)



Old News